INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


20 January 2014

Ini Saran Saya Bagi Pemula (semoga cocok ...)

Hujan belum juga reda, hari sudah Senin lagi.  Ketika pagi masih dingin menggigit, seorang teman lama tiba-tiba menelepon.

Dia baru saja terkena PHK dari tempat kerjanya.  Bisnis memang sudang sulit akhir-akhir ini, dan PHK adalah pilihan efisiensi yang paling baik, diantara banyak pilihan buruk perampingan usaha lain.  Siap tak siap, suka tak suka : dia harus menghadapinya.  Dengan pesangon yang didapatnya, dia ingin minta pendapat : sebaiknya usaha apa yang harus dia jalani selepas PHK, supaya tungku dapur tetap menyala.

Dia sudah mulai lirak sana-sini beberapa penawaran franchise dan business opportunity, karena dia sadar agak muskil orang tanpa pengalaman berbisnis seperti dia akan memulai bisnisnya dari nol.  Dia bertanya, apa kira-kira yang harus jadi kriterianya memilih sebuah bisnis opportunity.

salah satu outlet MISTERBLEK di Bogor
Maka ini saran saya, untuk teman saya yang pemula :

1. Hitung dulu uang pesangonnya.  Saran saya, jangan dihabiskan semua sebagai modal usaha.  Sisihkan maksimal 30 % untuk investasi; dari mulai beli paket usaha, sewa lokasi, cadangan operasional 3 bulan dan penyediaan perabot lain yang franchisor tak sediakan (misal : tambahan kursi).  Adalah "bertaruh besar" bila semua uang dicemplungkan dalam usaha yang belum ketahuan hasilnya.  Bukan masalah usahanya, tapi -kebanyakan- para pemula gagal karena TAK SIAP MENTAL. Alias belum tahan banting.

2. Hitung juga kapan bisnis ini akan balik modal, dengan melihat harga beli bahan baku dan harga jual ke konsumen.  Bila untuk usaha makanan atau minuman : bila sehari-hari dikelola karyawan, keuntungan bersih 25-30% adalah masuk akal.  Dibawah itu, kita akan ngos-ngosan mengembalikan modal; di atas itu kita musti waspada : bisa harga jualnya yang ketinggian atau harga bahan bakunya terlalu murah (patut curiga).

3. Pilih usaha yang "bukan musiman".  Bila usaha itu kuliner, pastikan usaha si Franchisor sudah bertahan minimal 3 tahun sebeelum kita memutuskan bergabung.  Tidak bijaksana memilih jenis usaha hanya karena ikut-ikutan.  Beberapa usaha kelihatannya "tampak wah" di luar, tapi dia hanya musiman.  Cara paling mudah melihat usaha itu musiman atau tidak, selain umur usaha, juga lihatlah dia meng-ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) produk apa.  Misalnya usaha burger, selama McD, burger king masih ada; seharusnya usaha jualan burger (tentu dengan serius) akan tetap ada.  Tinggal kita jeli melihat segmen market.

4. Pilih usaha dengan "manajemen pengelolaan" yang mudah.  Hindari usaha dengan manajemen pengelolaan bahan baku yang rumit, manajemen persiapan (meracik, masak dll) yang sulit.  Sebagai pemula, ada baiknya anda konsentrasi belajar di bidang Penjualan dan Pengelolaan uang (manajemen keuangan).  Di luar itu, biarlah sistem dari Franchisor yang bekerja.  Biarlah saya berikan sedikit illustrasi, bila anda ingin berbisnis makanan : pilih yang bahan bakunya sudah dalam satuan per porsi, frozen (artinya disiapkan/diracik) hanya saat dipesan tidak perlu harus bangun malam untuk masak, dan bahan bakunya kecil kemungkinan untuk rusak/retur dalam penyimpanan jangka panjang.  Makanya MISTERBLEK coffee didistribusikan ke mitra dalam bentuk sachet per cup.  Ini juga untuk menghindari karyawan curang.

5. Pilih usaha yang masuk ke segmen menengah bawah.  Mengapa ? karena konsumen menengah atas lebih kritis alias "cerewet" terutama soal penampilan dan pelayanan.  Dua hal yang para pemula biasanya belum "aware".  Saran saya, lebih baik membuat 10 "rombong kecil" daripada 1 "outlet besar".  Dan juga menurut data demografi, kelas menengah bawah jumlah jauh lebih besar, artinya potensi pasarnya lebih besar.

6. Ini yang agak sulit : ikuti kata hati.  Semua usaha yang sukses biasanya dimulai dari "rasa senang" ketika menjalankannya.  Jangan karena ikut-ikutan, terlebih lagi karena gengsi.  Karena modal anda pertaruhannya.  Dengan rasa senang, anda akan bangga mengerjakannya, tak gengsi atau malu.

Saya tak tahu teman saya cukup paham atau tidak. Tapi dari nada suaranya, kelihatannya dia makin bersemangat.  Semoga berhasil kawan ...