INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


30 April 2013

Sukses jangan menepuk Dada, Gagal Jangan Menyalahkan

Tadi malam, sambil menunggu antrian di tukang pangkas rambut langganan, saya membaca sebuah majalah gaya hidup yang tergeletak di antara tumpukan majalah lainnya.  Di situ ada artikel menarik soal Kisah Perjuangan seorang Pengusaha Air Mineral : Judulnya "Gagal, Bangkit, Gagal, Bangkit Lagi, Gagal dan Terus Bangkit.

Kisahnya sungguh menginspirasi.  Kita selalu membayangkan, bahwa kita yang baru memulai usaha, merintis atau skala usahanya kecil selalu menjumpai masalah kurang modal, tagihan dibawa lari karyawan, hutang yang bengkak karena berbagai faktor, sales turun terus,  sampai ditinggal partner usaha.  Ujungnya, usaha yang kita geluti hampir rontok.  Tapi Kisah pak Pengusaha Air Mineral itu benar-benar menggugah.

Bayangkan omzetnya sudah miliaran, tapi sebenarnya persoalan yang dihadapinya sama.  Bedanya, cara beliau menghadapi.  Beliau tak mau berhenti ...bangkit...bangkit...dan bangkit.

Saat ini pun, saya masih mengalami kondisi yang sama.  Kadang omzet bagus, kadang tak bagus.  yang menyedihkan ketika ada Mitra yang memutuskan menyerah ketika melihat kenyataan "berdagang" itu tak mudah.  Dari mulai persoalan karyawan yang sulit dihandle, hingga kesulitan mempertahankan omzet supaya tetap bisa menghidupi usahanya.  Yang membuat saya lebih sedih, kadang mitra tersebut menyerah, bahkan ketika belum melakukan terobosan apapun.  Alasannya mulai dari capek mikir, sampai nggak terbayang kalau punya usaha harus promosi-promosi.

Tapi, ada hal yang membuat saya paling sedih : adalah saat mereka menyalahkan, bahwa usaha ini tidak pantas atau tidak layak, karena kerepotannya banyak.  Selain harus menjual, mengurus bahan baku, mengurus karyawan, masih harus promosi.

Tapi, belajar dari pak Pengusaha di atas.  Saya juga tak mau berhenti. Tak terasa sudah 7 tahun MISTERBLEK ikut menghidupi saya, keluarga, karyawan dan mitra-mitra yang sudah berhasil.  Kepuasan apalagi yang bisa didapat selain itu?  Soal omzet yang naik turun, hutang yang masih harus diselesaikan, kekurangan modal itu soal biasa, bahkan yang omzetnya miliaran saja mengalaminya.  Tapi, setelah 7 tahun ini saya banyak belajar, dan kepercayaan calon mitra terus bertambah, terbukti dengan adanya penambahan outlet setiap bulannya.

Maka, jangan heran kalau hari ini ada promosi MISTERBLEK di Facebook, Twitter, Kaskus, Berniaga.  Itu adalah upaya kami "membesarkan" nama MISTERBLEK.  Supaya lebih dikenal konsumen, nama dan produknya.  Ujungnya penjualan meningkat.

Yang tak punya uang untuk cetak brosur, jangan mengeluh.  Fotocopy pun jadi.  Tak bisa fotocopy, beriklan di internet gratis.  Yang memalukan bukanlah "usaha kita untuk terus berpromosi", tapi "rasa malu yang tak perlu" yang membuat anda memutuskan untuk berhenti.

Mengutip kata pak Pengusaha : "Sukses jangan menepuk dada, Gagal jangan menyalahkan".  Selamat Berjuang, menjadi kreatif itu pilihan.