INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


22 December 2011

Logo Cuma Wajah


beberapa hari lalu, sahabat kami : pak Luhur Budijarso, Brand Director sebuah perusahaan farmasi papan atas di negeri ini mengirim pada saya sebuah tulisan yang menarik (bisa dibaca/diklik di berita bisnis).

Ini adalah komentar saya soal tulisan beliau :

Salam,

Pak Luhur, saya sudah membaca artikel anda yang berjudul "logo bukan brand". Saya praktisi, dan dalam taraf yang paling sederhana sudah ikut membangun brand beberapa surat kabar nasional ketika mereka mau terbit, dan lebih sederhana ketika membangun brand jualan kopi saya sendiri : Misterblek.

Brand Misterblek diciptakan dengan pemikiran sederhana, harus UNIK, gampang diingat dan ASOSIATIF. Saya menjual kopi gaul untuk anak muda, yang pengen ke starbuck, tapi uangnya tak cukup kuat. Maka lahirlah Misterblek.

Lalu kenapa misterblek, bukan misterblack? Bukannya lebih gagah misterblack? Karena awalnya saya menjual lewat internet, brand di jaman cyber juga harus UNIK. Ketika orang googling nama misterblek, maka tak akan nyasar ke produk orang lain.

Lalu pemilihan satu suku kata, pakai font tebal, warna hitam tujuannya simplisitas : orang gampang ingat. Dia saya dudukkan dalam posisi produk untuk lifestyle dengan slogan sederhana : Nggak Ngopi, Nggak Trendy. Sekali lagi urusannya simplisitas.

Kemudian, logo bulatan warna hitam dan hijau. Mirip sesuatu? Ya, asosiatif. Siapa yang bakal menelisik seorang anak muda funky menyesap kopi dalam cup plastik berlogo bulatan hitam hijau. Produknya murah, tapi value lifestyle nya mahal karena "menyamar" dan massa meng-asosiasi-kannya dengan logo lain klas dunia.

Jadi, saya sekali lagi setuju. Brand itu soal value dan soul dari bisnis. Bukan sekedar produk, apalagi cuma simbol.

Congrats. Tulisan pak Luhur cukup menggugah.