INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


14 October 2011

Dia bukan Produk, tapi Sikap mental belaka


Saya tulis artikel ini di ruang tunggu keberangkatan Bandara Ahmad Yani Semarang, di sabtu siang yang panas. Mata masih berat sebenarnya, karena tadi pagi berangkat dari Bogor jam 3 pagi, karena harus memberikan ceramah soal Entrepreneurship di depan mahasiswa UNDIP jam 9 pagi. Kini saya sudah lagi dalam perjalanan pulang ke Jakarta.

Capek tapi menarik, hectic but excited.

Ada hal yang menarik setiap kali saya sharing soal kewirausahaan atau istilah kerennya entrepreneurship. Entrepreneurship dikira semacam produk atau bahan baku. Tapi, saya selalu yakin, bahwa entrepreneuurshi adalah soal sikap mental.

Pertanyaan paling dilontarkan, apakah tanpa modal bisa memulai usaha ? Modal finansial maksudnya. lalu ijinkan saya bercerita tentang kisah seorang teman lama.

Sebut saja namanya Uda, karena begita saya memanggilnya. Kami beberapa kali bertemu saat berceramah bersama di berbagai tempat, dan saya hanya memnaggilnya Uda-lebih karen dia berasal dari Sumatera Barat.

satu dekade lalu, Uda merantau dari dusun kecil di Sumatera Barat, tak berbekal banyak harta. Peejuangannya di Jakarta dimulai dari berdagang baju di Tanah Abang. Memulai untuk gagal pertama kali. Disusunlah rencana untuk tetap berjualan di Sogo Jongkok tiap sabtu atau minggu pagi; dan hasilnya juga gagal total.

Mengontrak kamar di kawasan sempit belakang Setiabudi Jakarta, dikelilingi warung-warung Padang yang melayani para karyawan kantoran spnjang segitiga emas Sudirman-Gatot Subroto-Kuningan : membetikkan ide gila di kepalanya.

Dijebollah tabungan yang tak lagi tinggal seberapa. Sebagian dia pakai untuk membuat "baju dinas" ala kantoran, dan sebagian lagi dibuatlah brosur. dan setiap pagi, dengan baju wangi, pakaian keren ala orang kantoran, dia berjuang "menembus barikade satpam" turun naik gedung bertingkat membagikan brosur : RM MINANG menerima pesan antar makan siang. Padahal dia tak punya rumah makan, yang dia punya hanya HP butut yang siap menerima order lewat SMS.

Kebertuntungan selalu berpihak pada orang yang bekerja keras. Setiap hari, mulai dari 5-10 order makan siang yang dia terima, dengan tekun dia layani. Dia siapkan kemasan yang rapi, dia datang ke warung padang dekat rumahnya, dan dibungkuslah masakan (yang bukan masakan dia). Hingga kini, pesanan paling tidak 300-400 porsi setiap hari, dari 18 sales yang dimilikinya mengalir deras memenuhi dapur yang dibangunnya dengan susah payah.

Uda, tak punya modal, tak punya warung padang; tapi karena ide gila, kerja keras dan ketekunannya dia bisa memiliki 400 order porsi makan siang setiap hari. bahkan tanpa perlu membangun rumah makan. Luar Biasa.

Berkaca pada kisah Uda, modal ternyata bukan segalanya. Dan Entrepreneurship memang persoalan sikap mental belaka. FOKUS dan KONSISTEN.