INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


02 December 2009

Bukan Kompetisi yang Membunuh Kita, tapi Ego yang besar


Saya tulis ini di salah satu gerai TonyJack Indonesia, sekedar tes rasa burger (mencoba membandingkan dengan HIPPO BAZZ burger saya) dan mencoba menyelami aroma persaingan sengit mereka dengan sang mantan induk semang : Mc D. Di luar cuaca makin mendung, gerimis mulai turun.

Tadi malam kami mendapat kabar dari salah satu mitra kami, tak usahlah kami sebut siapa dan wilayah mana. Mitra kami tersebut resah, karena ada calon mitra baru yang ingin menjadi mitra kami, di wilayah yang hanya berjarak 100 meter dari tempat usaha sang mitra.

Calon mitra baru ini akan tampil dengan konsep yang agak berbeda, namun tetap saja berpotensi menjadi pesaing sang mitra lama. Mitra lama kami resah, karena khawatir persaingan akan membunuh usahanya.

Tapi benarkah demikian.

Ketika membangung bisnis ini, juga pada saat saya masih emnjadi orang kantoran dulu, saya banyak bertemu dengan mitra bisnis -yang kebetulan- ber etnis Tionghoa. Tak dipungkiri, sebagian besar dari mereka dibesarkan sebagai pebisnis ulung. Jaringan kerja mereka terkenal kuat, tak cuma lokal atau nasional; namun juga internasional. Tengoklah kawasan Glodok, toko berimpitan dalam gedung berlantai banyak : dengan komoditi jualan yang sama. Itu sudah berjalan ratusan tahun.

Jadi, saya tak percaya persaingan akan mematikan kita.

Saya mencoba mengamati-dengan mata yang kapasitasnya seadanya - dalam persaingan, justru tersedia ruang untuk berbenah diri. Tanpa persaingan, kita cenderung bersikap arogan dan over percaya diri. Tak ada celah untuk berpatur diri, baik secara sistem, pelayanan maupun produk. Maka lihatlah negara ini, perusahaan yang memonopoli cenderung abai dan seenaknya sendiri.

Persaingan menciptakan kompetisi. Akan menrik -tentu saja- bila kompetisinya sehat. Apakah kompetisi yang sehat itu absurd? Tidak ! Karena kita bisa menciptakan dan mengaturnya. Memang butuh keahlian dan jam terbang untuk itu.

Jadi, kalau dari awal kita menghindari persaingan, kita akan kehilangan jam terbang dan pengalaman.

Belajar dari saudara-saudara kami yang sudah bertahan beberapa generasi di Glodok, maka sebenarnya bukan persaingan yang membuat kita mati.

Ego untuk membuat orang lain mati, adalah racun yang ampuh membunuh bisnis kita. Sehingga, hadapi persaingan dengan kepala dingin, kreatif dan inovatif. Jangan kita hindari.