INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


28 December 2009

Nonton bareng di Baturaja, Buka outlet baru di Bandung





Alhamdulillah, kami baru saja menyelesaikan perjalanan panjang di akhir tahun 2009 ini. Tak kurang kami berjalan 1700 km, melewati tiga propinsi dari Jawa hingga Madura. Bertemu dengan para mitra di Semarang, Solo, Yogya dan Surabaya.

Alhamdulillah, perjalanan kami mulai dengan menjadi salah satu sponsor acara reuni besar eks SMP 2 Semarang, sebuah sekolah yang cukup berjaya di kota Semarang. Sebagaimana komitmen kami, dalam setiap acara di wilayah yang ada mitra, kami akan selalu menggandeng mitra. Kemarin, kami menggandeng mas Febrian dkk, pemilik outlet MISTERBLEK coffee di Citraland Semarang untuk tampil di sana. Alhamdulillah, acara berjalan sukses dan penjualanpun cukup lumayan.

Lalu kami bergerak ke Solo dan Jogya. Di sana kami bertemu dengan Pak Supriyadi, mitra kami di Solo dan sempat ngopi di outlet bu Evie Dona di Yogya. Alhamdulillah, kami banyak bertukar pengalaman, ide dan saran. Di Surabaya, kami bertemu Bapak dan Ibu Eri, pemilik outlet MISTERBLEK di Royal Plaza, Jl A Yani Surabaya. Di outletnya ini, Ibu Eri berkreasi habis-habisan, sehingga benar-benar MISTERBLEK menjelma menjadi kopi klas cafe bintang enam (karena tak cukup lagi bintang lima).

Tak cukup itu. Outlet kami di Baturaja, bekerjasama dengan Radio KYU, akan menggelar acara nonton bareng menjelang detik pergantian tahun ini. Acara ini selain dimeriahkan dengan -puncaknya- nonton fil yang luamayan fenomenal : 2012; juga akan dimeriahkan dengan live music. Tiket masuknya bisa diperoleh di outlet kami di Baturaja...sudah termasuk paket makan malam dan ngopi enak ala MISTERBLEK.

Kami, juga sedang sibuk "melahirkan" bayi di Bandung. Di kota yang dingin udaranya ini, kami akan membuka outlet MISTERBLEK di Pasteur Hyper Point dan melakukan gebrakan di 4 outlet lain di sana. Kami akan menggebrak Bandung.

Beberapa rencana lain, yang membuat darah kami mengalir deras masih ada beberapa. InsyaAllah, semangat ini -yang adalah modal terbesar kami- yang akan menggerakkan roda-roda di dalam organisasi bisnis kami untuk terus bergerak dan bergerak. Bismillah ! Mohon doa restu.

16 December 2009

Kabar dari MAKASSAR


DITULIS oleh pak Mahasuri Jamesie, Distributor MAKASSAR

Assalamu Alaikum Kabar Baik pak.., Perkembangan outlet Misterblek di Makassar mengembirakan. Saat ini 2 outlet Misterblek sdh beroperasi di Makassar, satu berada di Warkop Zamrud, Ruko Zamrud Jl.A.P.Petta Rani C.17 dan satunya lagi di Warkop Dg.Taba Jl.Bandang No.257 Makassar yang baru soft-opening awal bulan desember 2009 ini.


Alhamdulilah....

15 December 2009

Menggebrak Bandung !



Ini adalah akhir tahun yang sangat melelahkan. Tapi, melelahkan sekaligus menyenangkan. Dalam proyeksi kami tahun 2010, salah satu kota yang kami incar adalah Bandung. Kota ini adalah salah satu barometer gaya hidup di Indonesia.

Sejak lama -dengan cara kami- bergerilya mempelajari pasar dan perilaku, serta melakukan banyak hal termasuk membangun brand ini di Bandung. Kami sudah memasang iklan di media massa, serta melakukan beberapa aktivitas untuk mendukung itu.

Alhamdulillah, Gusti Allah yang maha pemurah membukakan jalan buat kami. Insya Allah, dalam waktu yang berdekatan, kami akan sekaligus hadir di dua lokasi di Bandung : PASTEUR HYPERPOINT (atau lebih populer dengan GIANT PASTEUR) dan JATOS (Jatinangor Town Square).

Serangkaian rencana sudah kami gelar, seperti renovasi lokasi, rekrutmen&training serta penggarapan aktivitas marketingnya.

Dengan hadirnya dua outlet tersebut, maka ini akan melengkapi outlet-outlet mitra kami yang sudah terlebih dahulu hadir di Bandung : di CIHAMPELAS (seberang CIWALK), Jl Burangrang (seberang Bank Mandiri) dan di Cibabat Futsal Cimahi.

Mohon doa restu.

02 December 2009

Bukan Kompetisi yang Membunuh Kita, tapi Ego yang besar


Saya tulis ini di salah satu gerai TonyJack Indonesia, sekedar tes rasa burger (mencoba membandingkan dengan HIPPO BAZZ burger saya) dan mencoba menyelami aroma persaingan sengit mereka dengan sang mantan induk semang : Mc D. Di luar cuaca makin mendung, gerimis mulai turun.

Tadi malam kami mendapat kabar dari salah satu mitra kami, tak usahlah kami sebut siapa dan wilayah mana. Mitra kami tersebut resah, karena ada calon mitra baru yang ingin menjadi mitra kami, di wilayah yang hanya berjarak 100 meter dari tempat usaha sang mitra.

Calon mitra baru ini akan tampil dengan konsep yang agak berbeda, namun tetap saja berpotensi menjadi pesaing sang mitra lama. Mitra lama kami resah, karena khawatir persaingan akan membunuh usahanya.

Tapi benarkah demikian.

Ketika membangung bisnis ini, juga pada saat saya masih emnjadi orang kantoran dulu, saya banyak bertemu dengan mitra bisnis -yang kebetulan- ber etnis Tionghoa. Tak dipungkiri, sebagian besar dari mereka dibesarkan sebagai pebisnis ulung. Jaringan kerja mereka terkenal kuat, tak cuma lokal atau nasional; namun juga internasional. Tengoklah kawasan Glodok, toko berimpitan dalam gedung berlantai banyak : dengan komoditi jualan yang sama. Itu sudah berjalan ratusan tahun.

Jadi, saya tak percaya persaingan akan mematikan kita.

Saya mencoba mengamati-dengan mata yang kapasitasnya seadanya - dalam persaingan, justru tersedia ruang untuk berbenah diri. Tanpa persaingan, kita cenderung bersikap arogan dan over percaya diri. Tak ada celah untuk berpatur diri, baik secara sistem, pelayanan maupun produk. Maka lihatlah negara ini, perusahaan yang memonopoli cenderung abai dan seenaknya sendiri.

Persaingan menciptakan kompetisi. Akan menrik -tentu saja- bila kompetisinya sehat. Apakah kompetisi yang sehat itu absurd? Tidak ! Karena kita bisa menciptakan dan mengaturnya. Memang butuh keahlian dan jam terbang untuk itu.

Jadi, kalau dari awal kita menghindari persaingan, kita akan kehilangan jam terbang dan pengalaman.

Belajar dari saudara-saudara kami yang sudah bertahan beberapa generasi di Glodok, maka sebenarnya bukan persaingan yang membuat kita mati.

Ego untuk membuat orang lain mati, adalah racun yang ampuh membunuh bisnis kita. Sehingga, hadapi persaingan dengan kepala dingin, kreatif dan inovatif. Jangan kita hindari.