INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


21 February 2009

Jangan benamkan kepala anda, seperti halnya burung onta.

Malam minggu, sebenarnya waktu yang tak biasa untuk meikirkan hal yang berat. Tapi, tak sengaja, karena ada sedikit pekerjaan soal menganalisa persaingan belanja iklan di media cetak; saya terbentur sebuah data yang menarik.

Bayangkan, sepanjang semester I tahun 2008 ini, belanja iklan – atau uang yang dibelanjakan para produsen untuk memasang iklan di semua media – mencapai Rp 19.5 Trilyun…luar biasa. Salah satu industri yang bergairah beriklan-atau salah satu bentuk promosi- adalah industri telekomunikasi, khususnya operator selular.

Salah satu pemain besar industri ini, XL, sepanjang semester I 2008 sudah menghabiskan Rp 139 Milyar untuk beriklan di media, belum termasuk kegiatan promosi lain seperti pemasangan billboard, event dan kegaiatn sales promostion lain. Barangkali, angka Rp 200 Milyar untuk satu semester tidak muskil.

Artinya, perusahaan yang produknya sudah setenar itu, se-ngetop itu; masih –merasa—perlu dan harus untuk terus berpromosi-promosi-promosi dengan bujet yang luaaaar biasa besar. Tujuannya jelas : membuat produk mereka bertahan di pasar dan terus berkembang volume penjualannya.

Angka-angka itu –di malam minggu ini—tiba-tiba menyadarkan saya. Volume usaha saya tidak ada sekuku hitam XL atau Esia; tapi saya kalah gencar berpromosi dibandingkan mereka. Saya kalah ekspansif, kalah aktif dan terlihat gampang menyerah dan berpuas diri. Menelisik lebih dalam, penyakit tidak kreatif saya masih menggerogoti mental.

Ah, modal kita kan tidak sebesar mereka. Itu kalimat “excuse” yang selalu terdengar oleh saya. Dan apakah ada jaminan bila sudah berpromosi, dagangan kita akan laku? Itu juga pertanyaan yang jamak kita dengar.

Sebenarnya, kembali lagi semua kalimat “excuse” dan pertanyaan naïf di atas kembali pada diri kita sendiri. Berpromosi, tidak selalu perlu modal besar. Yang diperlukan adalah mental yang besar, mental mau maju dan berkembang-selebihnya dua tangan, dua kaki, segala panca indra dan nalar yang cerdas-lah yang akan menggantikan modal ratusan miliar itu.

Jangan salahkan omzet turun sebagai penyebab semangat turun. Justru sebaliknya, omzet turun adalah momentum buat putar otak lebih kencang. Kebanyakan, di luar sana, omzet turun dijadikan alasan untuk menjadi orang gagal—karena memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Pokonya jangan sampai, duit tak punya; otakpun juga malas bekerja.

Maka, apapun usaha anda : dari jualan kopi atau sprei, dari roti sampai asuransi : mulailah berpromosi dan berpromosi, dalam setiap kesempatan. Tidak punya bujet? Pakai sarana promosi yang tidak memerlukan bujet : di milis, di facebook, di blog atau bergaullah dengan wartawan. Gengsi ? simpan dulu dalam lemari. Kalau XL yang sebesar itu saja masih harus berpromosi, kita yang masih sebesar biji kopi kok malu berpromosi?

Jadi, mulai sekarang berpromosilah, tegakkan kepala jangan disimpan di tanah seperti burung onta, dan segala panca indra anda akan menjadi modal yang tak ternilai harganya : akhirnya makin besarlah usaha anda. Jangan lupa berdoa.