INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


23 February 2009

Ada VEERDEE Corner di Ciluar



Hari Minggu kemarin, disaat orang lain sibuk berbelanja atau berekreasi mengeluarkan sejumlah uang; tim kami bersama pak Virdian dan bu Nani sedang sibuk mempersiapkan pembukaan outlet BAZZ-MISTERBLEK baru.

Ya, jaringan kami bertambah satu lagi dengan hadirnya VEERDEE corner di depan CERIA MART Perumahan Mega Sentul, Ciluar Bogor. Alahamdulillah, baru buka hari Minggu, hari Senin pak Virdian sudah kehabisan bahan baku.

Layanan pesan antar juga menjadi andalan outlet baru ini. Jadi, tak ada salahnya mampir kalau anda berada di sekitar sana; atau order saja bila anda tinggal di sekitar Ciluar. Pasti diantar, tanpa repot.

22 February 2009

Jadi Mitra Baru, bisa ikutan seminar gila GRATIS


Dalam rangak menyambut Ulang Tahun ke 1 MISTERBLEK coffee, maka kami ingin ikut berbagi kesenangan buat anda semua, calon mitra atau mitra baru kami.

Kebetulan, kami dipercaya oleh FALINTIM Production untuk menjadi salah satu distributor tiket SEMINAR GILA yang menghadirkan duel match Bob Sadino vs Budi Utoyo. Acaranya 21 Mei 2009 besok, harga tiketnya 450.000,- sampai 1.500.000,- selain dijamin 1000% bakalan terinspirasi (karena ada jaminan uang kembali), dapat macam2 bonus seperti buku terbaru om Bob dan VCDnya...juga cukup sms ke 08888 166 331, tiket dikirim ke rumah anda...(jangan lupa nama dan alamatnya ya...)

Lebih gempar lagi, BAZZ-MISTERBLEK akan membagikan tiket kelas Silver ini GRATIS; bagi :
1. Anda MITRA baru yang bergabung dengan kami sebelum tanggal 15 Maret 2009 (khusus paket profesional MISTERBLEK dan paket lengkap BAZZ-MISTERBLEK)
2. Bagi mitra yang sudah berjalan, dan merekomendasikan rekan, kenalan, sahabat menjadi mitra BAZZ (khusus paket profesional MISTERBLEK dan paket lengkap BAZZ-MISTERBLEK) serta mulai usahanya paling lambat 15 Maret 2009...selain itu success fee 10% dari harga paket, juga tetap anda terima...

Jadi, sudah dapat bisnis baru, dapat inspirasi total gila lagi dari SEMINAR GILA. Apa tidak yahud....

21 February 2009

Jangan benamkan kepala anda, seperti halnya burung onta.

Malam minggu, sebenarnya waktu yang tak biasa untuk meikirkan hal yang berat. Tapi, tak sengaja, karena ada sedikit pekerjaan soal menganalisa persaingan belanja iklan di media cetak; saya terbentur sebuah data yang menarik.

Bayangkan, sepanjang semester I tahun 2008 ini, belanja iklan – atau uang yang dibelanjakan para produsen untuk memasang iklan di semua media – mencapai Rp 19.5 Trilyun…luar biasa. Salah satu industri yang bergairah beriklan-atau salah satu bentuk promosi- adalah industri telekomunikasi, khususnya operator selular.

Salah satu pemain besar industri ini, XL, sepanjang semester I 2008 sudah menghabiskan Rp 139 Milyar untuk beriklan di media, belum termasuk kegiatan promosi lain seperti pemasangan billboard, event dan kegaiatn sales promostion lain. Barangkali, angka Rp 200 Milyar untuk satu semester tidak muskil.

Artinya, perusahaan yang produknya sudah setenar itu, se-ngetop itu; masih –merasa—perlu dan harus untuk terus berpromosi-promosi-promosi dengan bujet yang luaaaar biasa besar. Tujuannya jelas : membuat produk mereka bertahan di pasar dan terus berkembang volume penjualannya.

Angka-angka itu –di malam minggu ini—tiba-tiba menyadarkan saya. Volume usaha saya tidak ada sekuku hitam XL atau Esia; tapi saya kalah gencar berpromosi dibandingkan mereka. Saya kalah ekspansif, kalah aktif dan terlihat gampang menyerah dan berpuas diri. Menelisik lebih dalam, penyakit tidak kreatif saya masih menggerogoti mental.

Ah, modal kita kan tidak sebesar mereka. Itu kalimat “excuse” yang selalu terdengar oleh saya. Dan apakah ada jaminan bila sudah berpromosi, dagangan kita akan laku? Itu juga pertanyaan yang jamak kita dengar.

Sebenarnya, kembali lagi semua kalimat “excuse” dan pertanyaan naïf di atas kembali pada diri kita sendiri. Berpromosi, tidak selalu perlu modal besar. Yang diperlukan adalah mental yang besar, mental mau maju dan berkembang-selebihnya dua tangan, dua kaki, segala panca indra dan nalar yang cerdas-lah yang akan menggantikan modal ratusan miliar itu.

Jangan salahkan omzet turun sebagai penyebab semangat turun. Justru sebaliknya, omzet turun adalah momentum buat putar otak lebih kencang. Kebanyakan, di luar sana, omzet turun dijadikan alasan untuk menjadi orang gagal—karena memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Pokonya jangan sampai, duit tak punya; otakpun juga malas bekerja.

Maka, apapun usaha anda : dari jualan kopi atau sprei, dari roti sampai asuransi : mulailah berpromosi dan berpromosi, dalam setiap kesempatan. Tidak punya bujet? Pakai sarana promosi yang tidak memerlukan bujet : di milis, di facebook, di blog atau bergaullah dengan wartawan. Gengsi ? simpan dulu dalam lemari. Kalau XL yang sebesar itu saja masih harus berpromosi, kita yang masih sebesar biji kopi kok malu berpromosi?

Jadi, mulai sekarang berpromosilah, tegakkan kepala jangan disimpan di tanah seperti burung onta, dan segala panca indra anda akan menjadi modal yang tak ternilai harganya : akhirnya makin besarlah usaha anda. Jangan lupa berdoa.

16 February 2009

BRUDER Coffee "masuk" RADAR GARUT


Inilah kabar baik untuk kesekian kalinya. Salah satu mitra kami BRUDER Coffee di Garut Plaza (lokasi persisnya di jalan Guntur-Garut) diliput oleh RADAR GARUT.

Tentu saja ini sebuah kehormatan bagi kami yang berjalan beriringan bersama pak Husen, anak muda penuh semangat pemilik BRUDER coffee ini. Sedari awal, kami selalu mendorong semua mitra dan calon mitra untuk memiliki nama sendiri untuk outletnya, karena kami hanya inisiator dan menjadi pendorong di belakang : tut wuri handayani. Buat kami, kesuksesan adalah bila mitra kami sukses.

Sekali lagi Tabik buat BRUDER coffee...semoga omzetnya makin melesat, dan makin sukses!).

MISTERBLEK "masuk" INILAH.COM


Sebuah kejutan datang lagi. Tanpa diduga, kami kemarin mendapat kabar bahwa kami mendapat liputan yang cukup baik di salah satu portal paling populer di Indonesia :
INILAH.COM

Di Portal yang memiliki slogan inovasi portal berita itu, kami tampil di link :

http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/02/14/83664/ngopi-di-misterblek-coffee-yuk
/

15 February 2009

MISTERBLEK sudah ada di KEDIRI


Ya, kabar gembira kami sampaikan, bahwa mulai awal bulan ini salah satu gerai baru : MISTERBLEK KEDIRI sudah beroperasi.

Kota yang hidup salah satunya karena ada pebrik rokok terbesar di Indonesia ini semakin lengkap dengan bukanya outlet ini di KEDIRI PLaza. Di sana, kami (bersama pak Krishna - distributor kami di Surabaya) bermitra dengan Pak Dedy - salah satu eksekutif perusahaan penerbitan di Surabaya.

Ini gambar konternya, kami masih menunggu foto dari pak Dedi. Silakan mampir ke Kediri Plaza, nyeruput MISTERBLEK ice blended yang nyes...

Sukses dan Gagal, itu karena diri sendiri-bukan lingkungan.

Salah seorang mitra saya, tak usahlah saya sebut namanya, Sabtu lalu menelepon saya dan mengabarkan bahwa dia akan menutup gerainya. Alasannya spesifik dan jelas, rugi karena gerainya sepi tak ada yang mampir ke situ (atau bisa dibolak-balik : gerainya sepi karena tak ada yang mampir hingga rugi). Skema yang diambilnya waktu itu, beli putus -- dengan kelonggaran dari kami -- bisa mencicil nilai paket dalam waktu 6 bulan. Sekarang jangankan untuk melunasi paket, untuk memutar roda bisnisnya saja sudah tak bisa. Alhasil, bukan untung yang dia dapat, tapi buntung : karena akhirnya berhutang kepada kami.

Setiap pembukaan gerai, kami selalu memberikan perlakuan yang sama pada tiap mitra. Bagi yang belum memiliki usaha sebelumnya, kami akan melakukan survey lokasi terlebih dahulu. Survey ini, selain memastikan lokasi memiliki "market" juga memastikan apakah calon mitra "benar-benar bersungguh-sungguh ingin menjalankan usaha ini". Jadi, dalam kasus mitra kami ini, kami melihat dua kriteria ini secara standar, sebagaimana perlakuan kami pada calon mitra lain.

Lokasinya, sebenarnya cukup menjanjikan, terletak di depan lapangan dan mesjid, di dalam kompelks yang sudah hidup dan -luar biasanya - dikepung dua sekolah besar.

Saya jadi teringat postingan terdahulu saya di blog ini ; "Yang Sukses, Yang Gagal". Sejak awal, mitra kami ini selalu menjadikan problem sebgai orientasi pemikiran, bukan "solving the problemnya". Indikasinya, pada hari pertama pembukaan, dengan semangat dia membagikan brosur ke mana-mana : alhasil pembeli berduyun-duyun. Namun, tak ada komitmen untuk "berbagi" dengan menyerahkan pengelolaan sehari-hari pada karyawan. Semua di handle sendiri; alasannya omzet belum cukup.

Pendekatan kami selalu terbalik. Serahkan persoalan masak-masak dan jaga konter pada karyawan, lalu kita - sebagai pemilik- sibuk mencari cara supaya omzet naik...berpromosi, berpromosi dan berpromosi. Ketika kita terjebak pada rutinitas -yang sebenarnya tak perlu- maka bisa diyakinkan usahanya tak akan berkembang. Lalu, dengan adanya karyawan, kita akan selalu terpacu agar kita bisa terus berbagi, ikut menghidupi orang lain yang jauh lebih perlu uang 200-300 ribu dibandingkan kita.

Jadi, karena sibuk kurang jelas, gerainya terbengkalai, buka tak tentu jam-nya (bahkan harinya), sering ...buka gerainya, tapi ditinggalkan tanpa penunggu, sehingga (calon) pembeli urung transaksi.

Maka, ini adalah pelajaran penting bagi kami. Bahwa benar kata pameo, bahwa sukses berangkatnya dari kita sendiri...begitu juga kegagalan : jangan terburu menyalahkan lingkungan sekitar kita sebagai penyebab kegagalan. Bila kita yakin sukses, maka kita akan sukses. Lalu, berbagi-lah. Tak ada yang bisa kita kerjakan sendiri, sesempurna apapun kita. Rajinlah berinteraksi, bersilaturahhim-- jangan menyimpan problem sendirian dalam hati. Di sanalah esensi ilmu banyak kita dapat...itu kenapa agama kami menganjurkan kita rajin ber-silaturahhim.

Saya melihat ini pada mitra-mitra kami yang sukses...Pak Husen di Garut, pak Vicks di Bogor, bu Cindy di Semarang dan Pak Krishna di Surabaya. Kami harus lebih banyak belajar dari meraka...dan terus berkaca melakukan instrospeksi. Adakah kami sudah memenuhi kriteria pribadi yang "siap sukses"?

Semoga anda semua sukses.

09 February 2009

Ini dia MISTERBLEK Salatiga


Ini dia satu lagi, kejutan kami sepulang dari SEmarang kemarin. Walau tak berkesempatan mampir, kami menerima beberapa gambar dari ibu Pipiet distributor kami di Semarang.

Bu Pipiet, saat ini membuka kedai kopi PITU-PITU (atau tujuh-tujuh), kafe yang tampil sederhana ini, diluar dugaan, ternyata rame dan sudah kondang seantero kota dingin Salatiga. Pengunjungnya? dari mulai mahasiswa hingga eks mud yang pengen nongkrong semua ada. Ramai seperti apa? lihat fotonya ...

05 February 2009

Oleh-oleh dari SEMARANG



Bukan lumpia atau wingko babat yang kami bawa. Tapi lebih dari itu, kabar gembira. Kunjungan ke Semarang yang cukup singkat membawa banyak kabar dan cerita gembira. Selain bertemu dengan kawan-kawan lama, kami juga bertemu dengan mitra-mitra baru yang belum sempat kami jumpai langsung sebelumnya.

Pagi hari-Rabu 4 Desember 2008, kami sudah mendapat kehormatan diwawancara oleh redaksi harian SEPUTAR INDONESIA edisi Jawa Tengah yang berkedudukan di Semarang, sehubungan dengan hadirnya MISTERBLEK di SEMARANG.

Siangnya kami bertemu dengan ibu PIPIET distributor kami di wilayah Semarang, dan ibu CIINDY mitra kami yang membuka outlet di depan foodcourt SADEWA, Plaza Matahari Simpanglima Semarang. Luar Biasa! itu saja yang bisa kami sampaikan atas keuletan dua ibu muda -yang notabene- masih bekerja ini.

Tapi, biarlah gambar yang berbicara....