INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


23 November 2008

Anda Pemula ? Simpan Rasa Gengsi Anda ...

Dalam setiap kesempatan bertemu calon mitra atau mitra baru yang
benar-benar pemula, selalu sampaikan beberapa hal yang sangat menentukan
kesuksesan usaha-terutama berjualan makanan sebagaimana kami.

Hal pertama yang harus disiapkan adalah hal yang bersifat NON TEKNIS :
Kesiapan mental untuk memulai sesuatu yang baru. Bagi para pemula -sebagaimana saya dua-tiga tahun lalu- yang terbiasa hidup teratur jam 7 pagi berangkat, jam 7 malam pulang ke rumah, akhir bulan terima gaji; hidup serasa tidak ada masalah yang berarti (kecuali -mungkin- gaji yang susah naik, dan tidak bisa mengimbangi pengeluaran). Perlu ada pembiasaan untuk menghadapi masalah, berhadapan dengan orang-orang yang benar-benar berbeda dengan siapa yang kita hadapi hari ini, perlu ada pengalaman bagaimana melakukan "deal" bisnis dari tingkat yang terendah hingga tingkat yang paling sulit.

Intinya : untuk bisa lolos ujian dari "tingkat persiapan mental" ini adalah banyak belajar, banyak membaca dan mendengar, terutama dari rekan atau sahabat yang sudah sukses. Mendengar dari mereka akan sangat memotivasi kita meningkatkan usaha kita untuk mencapai "goal" yang sudah kita canangkan. Jangan terlalu banyak mendengar dari pribadi yang berfikiran negatif, miskin pengalaman tapi banyak berbicara : karena mereka akan menjerumuskan anda. Bacalah ! demikian salah satu pesan penting dalam agama saya.

Hal lain yang penting, adalah faktor TEKNIS.

LOKASI USAHA yang strategis. Bagaimana kriteria lokasi yang strategis. Ada cara paling mudah untuk melihat adakah lokasi yang kita akan pakai bisa "menghasilkan" atau tidak. Selain dari faktor "keterlihatan" oleh konsumen, lokasinya tidak berada jalan yang terlalu bebas hembatan
(sehingga kendaraan selalu dalam posisi melaju kencang), tidak berada di jalan yang terlalu macet (sehingga menyulitkan pembeli untuk berhenti atau memarkirkan kendaraannya), tidak berada di lokasi yang berdebu dan kotor ...juga kita bisa melihat dari siapa yang berada di lingkungan lokasi tersebut (orang kantoran, anak sekolah SD atau SMP atau SMA, mahasiswa, atau masyarakat umumnya), bagaimana "perilaku jajan" mereka dan paling penting : siapa yang berjualan di sekitar lokasi yang kita incar dan sudah berapa lama mereka berjualan. Menempatkan booth jualan kami di kaki lima bukan pilihan bijaksana, carilah lokasi yang "aman"
dan jangan jadi pioneer di sebuah lokasi...sebagai pemula -saya sarankan- dalam hal pemilihan lokasi jadilah "follower". Bila memungkinkan, malahan, menumpanglah pada usaha yang sudah jalan seperti bengkel atau tempat cucian mobil dan sejenisnya.

Lokasi yang strategis, tidak juga akan bisa menghasilkan, bila kita hanya "menunggu bola". Lihat di mall-mall besar, di beberapa restoran cepat saji, mereka menempatkan satu orang karyawan yang khusus mengundang orang yang lalu lalang untuk mampir dan tak jarang juga membagikan brosur. Jangan beranggapan bahwa pembeli akan secara otomatis datang bila lokasi kita baik. Membagikan bosur dengan program penjualan yang menarik adalah salah satu kiat sukses yang sudah terbukti. Tak harus mahal dan berwarna-warni, asalkan pembagiannya dilakukan dengan senyum, tidak asal membagi, orang akan tertarik-setidaknya untuk mencoba.

Lalu, bila angka penjualan tak juga memmenuhi kuota, kapan kita harus memutuskan pindah atau mencari tempat lain. Seharusnya, bila semua kiat di atas bisa dijalankan dengan baik, anda taka perlu berpindah lokasi.
Pertanyaannya lanjutan yang perlu diajukan sebelum anda memtuskan mencari lokasi lain adalah : seberapa gencar anda menggarap potensi market yang ada ? Memindahkan booth selain membutuhkan kesiapan materi (untuk biaya pindahan) juga membuat anda akan mulai lagi dari nol di lokasi yang baru. Butuh biaya lagi untuk penggarapan pasarnya. saya tak menganjurkan pindah-pindah lokasi di awal usaha (apalagi baru berjalan kurang dari 3 bulan), garap dulu potensi yang ada, bila tak juga hasilnya-baru diputuskan pindah.

SUMBERDAYA MANUSIA. Adalah kurang bijaksana, bila anda-sebagai pemilik usaha- ikut "membuang waktu" menunggu booth dari pagi sampai petang. Selalu saja -sebagai pemilik usaha- anda memerlukan waktu untuk berfikir dan berbuat untuk membuat usaha anda lebih maju. Membuat brosur, menyebar brosur, membuat program penjualan, menulis blog atau aktif di milis; misalnya. namun, tak bijaksana pula, menyerahkan bisnis yang
baru dimulai 100% kepada karyawan.

Karyawan yang baik akan sangat membantu meningkatkan penjualan. Ingat semboyan 3 S : Senyum, Sapa, Salam...adalah senjata paling sakti. Pada awal-awal, kita minta bantuan mereka sebar brosur di lingkungan terdekat dengan booth agar orang tertarik datang. Jangan lupa, kita sebagai pemilik juga harus memberikan contoh atau tauladan.

Lalu, bagaimana setelah itu? bagaimana cara meningkatkan omzet penjualan. Tidak ada cara lain, selain terus berpromosi dan berpromosi. Itulah mengapa, semua perusahaan besar yang berada dalam persaingan sempurna selalu menyisihkan bujet khusus-yang kadang besarnya
milayaran rupiah-hanya untuk berpromosi. Demikian juga kita sebagaipengusaha anyar, juga tak boleh lepas dari usaha promosi. Promosi bisa dilakukan dengan cara paling murah seperti "word of mouth", rajin posting di milis komunitas, menyebarkan brosur sederhana tetnag
paket-paket hemat (misalnya, membuat blog yang bisa dibaca semua orang.
Setelah itu, bila pembeli sudah datang, berikan layanan yang terbaik-supaya dia mau datang lagi.

Tidak boleh ada rasa gengsi atau rasa sejenis itu....simpan itu di bawah pohon mangga di halaman rumah anda !

Salam sukses !