INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


26 October 2008

Memecat Karyawan


Kata "pecat" oleh sebagian kalangan masuk dalam kategori kata-kata yang cukup kasar. banyak terminologi baru ditawarkan untuk "memperhalus" kata pecat, seperti rasionalisasi, PHK atau semacam "pensiun dini".

Intinya, memutuskan hubungan kerja.

Lepas liburan lebaran kemarin, kami terpaksa memecat dua karyawan kami karena melanggar Standar Operating Prosedur paling dasar, yaitu membohongi mitra dan menggunakan uang kantor tanpa ijin. SOP itu sudah disepakati dalam pakta integritas saat mereka akan masuk kerja.

Ceritanya, saat sebagian dari kami sedang berlibur, ada karyawan kami yang melakukan piket. Rupanya, piket menjadi beban berat buat mereka, sehingga mereka lalai memeriksa stok. Alhasil, banyak pesanan tidak dapat dipenuhi. Parahnya lagi, barang yang seharusnya diantar-tidak lagsung diantar-tapi dipendam dulu di rumah mereka sehinga sebagian rusak atau busuk karena salah penyimpanan. Barangkali, mereka lupa, bahwa daya pandang manusia memang punya keterbatasan, tapi Tuhan tidak.

Lebih parah lagi, mereka menggunakan uang operasional tanpa ijin untuk keperluan pribadi.

Jadinya, mereka langsung dipecat !

Buat sebagian orang, memecat karyawan adalah pekerjaan yang maha berat. Alasannya hampir tipikal : tidak tega. Dalam perjalanan bisnis saya, akhirnya, mengasah rasa "tidak tega" menjadi rasa tega karena kita harus bisa membedakan mana hal yang harus disikapi secara pribadi, mana yang harus disikapi secara profesi.
Memberi toleransi berlebih pada pelanggaran yang fatal, akan membuat organisasi mengalami demotivasi dan disorientasi, karena penegakan hukum tak ada. Hubungan "kasihan" bisa diwujudkan dalam bentuk lain yang lebih elegan ketimbang membiarkan orang yang membuat keslahan fatal tidak menerima sangsinya.

Jadi, buat mitra sekalian yang masih ragu untuk memberhentikan karyawan yang tidak lagi "obey" pada aturan-aturan dasar. Bisnis akan berjalan bagus, bila sistem yang bagus - ditaati dan dijalankan dengan bagus.

Itu pendapat saya, silakan kalau anda berbeda.