INFO KEMITRAAN

Kantor Pusat :

* Jl. Pandu Raya 43 -Indraprasta II BOGOR

** No Telp/SMS untuk Order & Konfirmasi Pembayaran :0251 - 8910911

** No Telp untuk Info Mitra dan Pemasaran : 081286835759 (Basri Adhi)

** E-mail : basriadhi01@gmail.com atau misterblek@gmail.com

** TWITTER : @basri_adhi

* REKENING BANK :

*** BCA no 4780096662 a/n Ir Basri Adhi
*** MANDIRI no 133-00-1084284-7 a/n Ir Basri Adhi
*** Selain no rekening di atas, adalah bukan nomor rekening kami


21 August 2008

Yang gagal, dan yang sukses...



Dalam perjalanan usaha saya, dalam perkembangan jaringan hingga menjadi seperti saat ini, Alhamdulillah, saya telah banyak dipertemukan dengan teman, sahabat dan saudara yang sebelumnya tak pernah saya kenal sebelumnya. Beberapa kini menjadi mitra, beberapa lagi belum menjadi mitra karena pilihan-pilihannya.

Biarlah saya tak membicarakan teman, sahabat dan saudara yang belum menjadi mitra. Karena setiap manusia punya pilihannya.

Dalam perkembangan, kini tak kurang dua puluh orang sudah menjadi mitra, dengan karakternya masing-masing. Ada yang sukses -atau paling tidak kelihatan jalannya sudah lurus menuju sukses- ada yang menuju jurang kegagalan.

Kondisi yang saya berikan sama, tidak ada yang beda. Harga peket sama, perhatian sama, bahan baku sama. Lalu kenapa hasilnya bisa berbeda?

Ini sekedar pengamatan sepintas saya.

Mitra saya yang -menuju- sukses, umumnya memiliki sikap yang cukup siap untuk menjadi seorang entrepreneur, terbuka, siap berbagi dan tidak menutup diri. Bila ada problem mereka tak ragu berbagi, bertanya dan mengukur diri. Susah memang membuka diri untuk belajar dan mendengar. Pribadi yang kalah, umumnya justru mengeluh, berorientasi pada masalah. Sikap memandang orang lain lebih rendah ketimbang dirinya, atau sikap merasa dirinya lebih "mengerti" adalah hal yang banyak menghambat jalan menuju sukses.

Dalam setiap permintaan pembukaan outlet baru, karena berkaitan dengan "nama baik" merek yang saya bangun, saya selalu minta waktu untuk survey lokasi. Rata-rata outlet yang dibuka oleh mitra memiliki lokasi yang cukup memadai, strategis dan membuka peluang sukses. Namun, ternyata ada faktor X lain yang membuat tak semuanya sukses.

Pertama, selain hal-hal di atas (sikap mental mau belajar dll), sebagai pemula, mereka segan untuk terjun langsung dengan berbagai alasan. Entah itu sibuk (padahal waktu yang dianugerahkan Tuhan sama : 24 jam), ada pula yang malu. Sehingga mereka "memasrahkan" bisnis yang baru dibuka, yang belum dikuasai benar "soul"-nya pada karyawan yang sudah pasti visinya berbeda dengan kita sebagai pemilik.

Kedua, terlalu berorientasi pada problem, bukan pada solusinya. Akhirnya, gampang menyerah karena melihat bahwa memiliki usaha ternyata memiliki banyak masalah. Karena berorientasi pada masalah, mitra seperti ini biasanya tak bisa melihat peluang dengan jernih. Sehingga usahanya yang baru mulai, dipasrahkan100% pada karyawan, tidak ada inovasi--lama-kelamaan akan tutup. Rugi !

Ketiga, Tidak ada ketetapan hati. Tidak fokus. Selalu melihat rumput tetangga, sedangkan rumput sendiri tak pernah disirami. Dalam kasus mitra saya, terjadi pada mitra yang masih "mendua", memiliki dua usaha atau lebih...atau masih bekerja di kantor. Fokus, bukan berarti melepaskan pekerjaan sebelumnya. Fokus lebih saya artikan sebagai tidak terlalu berorientasi keluar, orientasinya ke dalam, orientasinya pada bagaimana mengembangkan usaha kita sendiri...ketimbang sibuk menganalisa perkembangan bisnis orang (yang notabene cuma kita lihat kulitnya saja). Sibuklah melakukan inovasi, agar rumputnya lebih hijau dari rumput tetangga.

Keempat. Tidak adil dalam mendistribusikan masalah. Masalah hanya dikirim ke otak, sedangkan mata, telinga, tangan dan kaki lebih banyak menganggur. Akhirnya otak menjadi overload, stress dan stroke. Bob Sadino pernah bilang, kerja kita seharusnya 30% berfikir dan menganalisa serta 70% bertindak. Sehingga masalah terdistribusi dengan baik ke mata, tangan, kaki, dan telinga. Adil. Dan karena adil, InsyaAllah, organ-organ itu akan senang hati membantu...sehingga masalah cepat selesai.

Jadi, tak jarang ada mitra yang menyalahkan saya, kenapa omzetnya kok kecil terus, tanpa berusaha melakukan sesuatu untuk memperbaikinya...saya hanya tinggal bilang, ayo kita ramai-ramai nengok blognya Pak Vicks, Kang Cece...atau kontak pak Iwan di Cilegon, Ibu Kiki di Depok...mereka belum sukses, tapi jalannya menuju sukses sudah lempang. Tiru cara mereka, itu saja. Mengapa...karena saya bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Saya sekedar "messenger", yang menyampaikan pesan-pesan melalui usaha yang saya lakoni, saudara dan jaringan yang saya bentuk...itu saja.

Sukses adalah perjalanan, bukan tujuan. Dan sekali lagi, perubahan itu untuk diciptakan, bukan ditunggu...Salam sukses selalu.